Laman

Enak Juga Maen Di Siank Bolong

Enak Juga Maen Di Siank Bolong ~ iDewasaKu ~ Aku tau bersuamikan mas Frans penuh dengan risiko. Dia pasti sering bermain dengan wanita lain, walaupun aku kadang kadang suka ngecek email, ym, telepon dan sms aku sadar sesadarnya dia cukup pandai berrahasia. Sampai akhirnya aku cukup menenangkan diri bahwa dia sayang aku dan anakku serta hubungan sex ku yg cukup intens walaupun tidak setiap hari.

http://2.bp.blogspot.com/-H5sQ9eP-QNg/TXpMiVdw5bI/AAAAAAAABvI/Lk9LQcNeOW8/s1600/Tante%2BGirang%2BEmma%2BCantik2.jpg

Mengenai hubunganku dengan si mbah seperti yg diceritakan oleh Mila, sudah cukup menjadi cerita kelamku. Jujur mbah lebih hebat dari mas Frans, aku nekat main sama si mbah juga karena ada perasaan toh mas Frans pastinya suka main sama cewek lain. Aku juga terdorong dengan perasaan penasaran terhadap PILnya Mila.

Kalau saja mbah tidak menyodomi aku, mungkin aku masih selingkuh dg dia saat ini. Apalagi sebagai laki2 ke 3 yg menancapkan kontolnya ke vaginaku mbah cukup membuatku tergila2. Apa yg aku dapatkan dari mbah kadang2 aku praktekkan dengan mas Frans walaupun tetap saja beda rasanya ha ha ha.

Sejak petualanganku dengan mbah terus terang ada sisi liarku yang muncul. Aku dan Mila boleh dibilang sudah jadi tante girang saat ini, walaupun aku tau Mila masih terlalu jaim untuk mengakuinya. Aku saat ini sudah nggak peduli lagi bagaimana atau dengan siapa mas Frans bermain cinta. Bahkan pernah aku terang2an mengajak Mila atau Regy berganti pasangan tapi mereka selalu menolak. Karena Regy lebih terbuka dibanding Mila aku pernah memancing Regy untuk menggoda suamiku.

Tapi dengan imbalan aku boleh tidur juga dengan suaminya. Tapi sialnya si Regy walaupun sudah berhasil tidur dengan mas Frans tidak juga mengijinkan aku menikmati otongnya mas Guritno suami Regy. Regy malah menawarkan cowok2 lain yang sebenarnya simpanan Mila. Dasar gila!

Sampai akhirnya pada saat pembagian rapot anak2 aku ketemu juga dengan mas Guritno. Regy waktu itu tidak datang karena dia dan anaknya sudah meluncur ke villanya di anyer.

Aku baru kenal mas Guritno ya pada waktu itu, dan terus terang dari penampilannya yang kurus dan tidak seberapa tinggi aku tidak tertarik dengannya.

“Mamanya Mira ya?”

“Iya pak. Bapak orang tuanya siapa?”

“Saya Guritno bapaknya Ricky”

“Ohhh pantas, saya tunggu Regy cari2 dia kok nggak ada”

“Regy sama Ricky sudah berangkat ke Anyer”

“Sama pak, mas Frans sama Mira juga sekarang sudah berangkat ke Kidzania”

“Sudah selesai ambil rapotnya?”

“Sudah, ini mau pulang”

“Oh saya juga, ya sudah salam buat keluarga” sahut mas Guritno santai. Aku akhirnya sedikit menahan dia dengan berdiskusi mengenai sekolah dan hasil rapot. Tapi mas Guritno sama sekali tidak menunjukkan gelagatnya untuk menggodaku. Matanyapun tidak jelalatan melihat wajahku atau tubuhku.

Memang sih, aku tidak pernah berdandan seronok dan memang juga aku bukan termasuk cewek yang berbody sexy. Tapi aku lebih cantik dari Regy.

Karena respon mas Guritno yang mengecewakan akhirnya aku nekat minta diantar pulang. Walaupun aku jelas2 bawa mobil.

Di dalam mobil mas Guritno dia pun biasa2 saja. Karena dendamku pada Regy sudah mentok akhirnya aku nekat juga menggoda mas Guritno. Tidak tanggung2 aku langsung saja memegang selangkangan mas Guritno yang sedang menyetir honda Jazznya.

“Ehh Bu…. Jangan!”

Dengan pelan dia mengembalikan tanganku. Akupun kembali meremas kontolnya. Diapun kelabakan, waktu mencoba mengembalikan tanganku, tangannya aku tarik ke dadaku. Mas Guritno juga cepat2 menarik kembali tangannya.

“Maaf apa ini? Saya nggak bisa begini.”

Aku diam saja dan segera membuka celana panjangku. Aku tarik tangannya untuk meraba paha putihku yang mulus. Yang pasti lebih menarik dari paha Regy yang hitam.

“Jangan bu, kaca mobilnya nggak gelap”

“Ya udah kita cari tempat mas”

“Nggak saya nggak mau maaf, maaf sekali mbak”

Aku malah membuka celana dalamku dan meletakkannya di dashboard mobilnya.

“Mbak, sudahlah…. Saya mencintai Regy”

“Ahhh, jangan ge er! Saya juga cuma ngajak beginian, bukan cinta2an”

Aku merunduk kepangkuannya dan membuka retsleting celana mas Guritno.

Dia kali ini tidak melawan.

“Mbak kaca mobilnya nggak gelap, itu keliatan ke mana2″

Aku diam saja, begitu kontolnya berhasil aku keluarkan langsung saja aku kulum.

“Mbak… Mbak sudah2 jangan ya. Tolong stop!”

Aku cuek saja dan mulai dengan cepat menyepongnya dengan liar.

“Mbak, aduh ini keliatan sama penumpang bis jalannya macet”

Aku cuek saja, dan ketika mas Guritno mencoba menarik kepalaku aku gigit kontolnya.

“Aduh aduh jangan digigit mbak, sakiiit”

Aku pegang tangannya agar tidak menjambak rambutku, dan mulai menggerak2an kepalaku naik turun. Kontol itu mengeras juga, dan mas guritno mulai mendesah2. Walaupun tangannya masih berusaha menghentikanku dan dia mencoba menyadarkan aku dengan sedikit berpetuah. Tiba2 telepon berbunyi, mas Guritno kebingungan karena sepertinya itu dari Regy. 2 kali miscall. Aku berhenti sejenak, dan mencium mas Guritno sambil memegang kontolnya.

“Kalau gak mau keliatan cari tempat, dan angkat aja teleponnya, kalau nggak aku yang telepon Regy.

Aku jilati pipinya, telinganya, dan lehernya sambil sekali2 meremas kontolnya.

Begitu hpnya berbunyi mas Guritno menjawab, aku tersenyum mendengar jawaban mas Guritno.

“Rilex aja” bisikku.

Mas Guritno akhirnya bisa menguasai diri, begitu pembicaraan mereka selesai, aku kembali nyepong.

Dia mulai mengaduh2 dan mendesis.

“Panggil gue Liz, jangan mbak2 gitu dong, emang gw pembantu lo”

Setelah sedikit menghardik mas Guritno, aku kembali nyepong kontolnya yg mulai bau ludahku sendiri. Dan tak lama kemudian crot crot crot. Penis itu meledak.

Mas Guritno gemetar dan mengaduh2 dengan hebatnya seiring dengan keras dan derasnya sperma yang keluar. Mobilnyapun berhenti.

“Stop stop aduuhhh Liz, sudah dong aku bisa kencing nih aku geli arggghhhhhh”

Aku mengangkat kepalaku, penis itu masih sedikit2 meledak. Mas Guritno buru2 membersihkannya dengan tissue.

“Ada minum nggak”

“Itu ada aqua”

Aku mengambil botol aqua yg sambil membersihkan bibirku yg belepotan.

Aku baru sadar bahwa aku ternyata berada di daerah mega kuningan dan mas Guritno berhenti di dekat lapangan kosong.

Mas Guritno keluar dan kencing dibalik sebuah mobil yang juga parkir didepan mobil ini.

Sekembalinya, mas Guritno nampak masih bingung. Aku menawarkan tissue basah yang juga aku pakai membersihkan mulutku.

“Cium aku dong! Masa udah digituin diem aja?”

Kamipun berciuman dan aku bimbing tangannya agar bermain di vaginaku.

“Aku bukan cewek murahan ya? Lo lagi beruntung aja, ada pas gue lagi horny.”

“Ya udah, celananya dipake dong, malu diliat orang”

Akupun menurutinya. Mobil pun berjalan.

“Liz, rumahnya di mana? Ini aku belok mana?”

“Enak aja pulang! Lu udah kelar gw gimana?”

“Maksudnya gimana Liz?”

“Ayo cari tempat dong mas”

“Kan udah selesai kan Liz, please deh aku nggak mau terlalu jauh”

“Ehhh jangan seenaknya ya? Lu kan udah keluar, gue gimana?”

“Udah Liz, aku janji mau nyusul Regy”

“Kalau nggak mau cari hotel, aku buka baju lagi nih biar semua liat, udah gitu aku telp Regy”

Akupun mulai membuka beberapa kancing bajuku.

“Stoooop, yayaya….. Udah2″

Setelah beberapa kali berantem kecil yang menyebalkan akhirnya kita sampai di hotel sommerset yg tak jauh dari tempat tadi.

Begitu di kamar, aku menciumnya dengan lembut sambil melucuti bajunya. Mas Guritno mulai mau bekerja sama dengan membuka bajuku begitu melihatku bugil, baru dia sedikit aktif. Aku direbahkannya di tempat tidur dan mulai meremas remas toketku.

“Gantian mekiku yang dijilat dong sayang”

Dia pun menurutinya.

“Mas ayo dong…. Masukin, udah gak kuat nih”

“Aku belum siap Liz, kan tadi abis digituin”

Aku raih kontolnya. Ha ha ha, emang bener masih lemes. Kontolnya memang biasa2 aja, gak panjang juga gak besar. Memang bener2 biasa.

“Maaf ya say, akunya lupa. Sini tiduran aja, biar aku yang bangunin”

Aku menindih tubuh kurusnya sambil mulai menciumnya. Setelah dia tidak tegang dan rileks dia pun mulai membalas ciumanku dg sedikit agresif. Tapi aku masih belum merasakan tanda2 kehidupan diselangkangannya.

Aku ciumi lehernya, terus turun ke puting dadanya, perut baru mulai nyepong kontolnya lagi.

Aku cium2 kepala kontolnya, aku sedikit melapnya dengan rambutku, kemudian menjilat2 dari pangkal telur keujung kepalanya.

“Mas liat dong mas lagi diapain” kataku sambil menjilat2 kontolnya. Mas Guritno menatapku dan mendadak kontolnya sedikit bereaksi. Aku jilat lagi dari pangkal telurnya dan lagi2 sedikit menegang. Aku lahap kontolnya dan mulai aku keluar masukkan dimulutku.

“Kontolnya buat aku ya?”

Dia hanya meringis dan mengangguk. aku naiki dia dan aku masukin ke vaginaku yg masih basah dan blessss masuk hehehe. Aku sedikit goyang2in dan akhirnya kontol itu mengeras sempurna. Dia mulai menggenjot dari bawah. Dan aku mulai siap2 menikmatinya. Sekali2 dihentaknya dengan keras membuatku mengerang2. Dia meraih toketku. Yah toketku memang gak besar dan bukan andalanku. Tapi begitu aku mulai sedikit muter2in pantatku yg bohay, mulai mas Guritno mencengkeram gemas pantatku dan menghentakkan lagi kontolnya. Agaknya dia tau hentakkan yg agak menyilang itu sedikit menyentuh g spot ku. Maka dihentakkannya lagi kontol itu berkali2 ke arah itu.

Aku mencengkeram dadanya sambil memejamkan mataku. Mas Guritno tiba2 membalikkan badanku dan kini dia di atas, dengan kontolnya masih menancap disodok2annya lagi. Sebetulnya kalau kontolnya sedikit lebih panjang pasti sudah mengenainya.

Mengerti dengan keadaan ini Mas Gur, mencabut kontolnya (to Mila, kalau bilang kontol ya kontol jangan penis atau anu, nggak bgt deh dirimyu) diambilnya 2 bantal dan ditarohnya dibawah pantatku. Kemudian pahaku dipegangnya dan dibuka selebar2nya kemudian bless, akhirnya kena juga titik nikmat itu. Dia menekannya dalam2 kemudian dipompanya kontol itu dg cepat.

Setelah memompa cepat di tusuk dalam2 dengan menghentakkannya.

“AaaaaaaaaaahHhhh, Enaaak mas”

Mas Gur kemudian menyeret kakiku hingga pantatku tepat di pinggir tempat tidur. Sekali lagi diganjalnya pantatku, kemudian bless lagi, kali ini dia berdiri dipinggir tpt tidur. Lumayan juga rasanya, cukup membuatku keenakkan.

Karena posisi tempat tidur yg ga terlalu tinggi mas Gur agak menekukkan dengkulnya. Tapi begitu dia menghujamkan dalam2 kontolnya dia mengangkat pantatku.

Mas Gur udah lupa anak istrinya. Wajahnya yg tadi innocent kini nampak beringas.

Mas Gur nampaknya sedikit mengambil nafas. Ditariknya keluar kontolnya. Dia nampak kebingungan mau posisi apa?

“Sini mas rebahan”

Di menuruti saja. Woman on top dan akupun siap menggoyang dg goyangan andalanku.

Begitu dia rebahan aku berdiri dulu mengangkangi tubuhnya memamerkan tubuhku.

Baru aku sedikit2 duduk, sebelum aku masukkan toolnya aku selentik dulu hulu ledak itu beberapa kali.

“Arghhh kok digituin?”

“Hmmm tambah ngacengkan sayang?”

Lhebbb masuk lagi baru aku puter2. Mas Gur yg sejak tadi bermain tanpa suara, kali ini dia mulai meracau, mengerang2. Aku lepas lagi kontolnya. Kali ini aku cubit pangkal kontolnya yg dibawah telurnya. Ini cukup efektif utk menahan ejakulasi. Lalu aku masukkin lagi kontolnya dan aku putar2 lagi pantatku.

“Anjing lu Lizzzzz enak banget sayang hsssssss”

“Sekarang lu suka kan mas?”

“Iya Liz, suka banget sayang”

“Lu bilang dong kalau nyesel nolak2 aku tadi”

“Iya aku nyesel emmmmmphhh, enak Liz”

“Apanya yg enak sayang?

“Goyangan eluuuu anjing enak banget”

Aku menghentakkan pantatku diapun menjerit.

“Apanya yg goyang?”

“Pantat elu”

Aku hentakkan lagi, dia mencakar pinggangku. Aku tarik sedikit ke atas pinggangku sambil menjentikkan dan mencubit lagi pangkal telurnya agar tidak ejakulasi lagi.

“Lu pinter banget sayang”

Aku merebah aku menjambak rambutnya, “sekarang bilang sayangkan, coba bilang mas lagi ngapain sekarang sama aku”

“Sedang ML sayang”

“Aku gak suka kata itu”

“Lagi ngesex Liz”

Aku jambak lagi rambutnya,

“Kita ngentot ya sayang”

Aku kembali tegak, dan menggoyang habis kontolnya.

Dia menghentakkan kontolnya dari bawah yg otomatis membuat goyanganku terhenti dan aku kini yg gantian mengerang.

“Aduh masnya pinter juga, enak banget kalau digituin”

“Apanya yg enak Liz”

“Kontolmu sayang”

“Ha ha”

Belum selesai ketawanya aku goyang ngebor lagi. Kali ini tanpa ampun meskipun dia minta berhenti.
“Sayang sayang…… Ngggg aku mau keluar”

Aku tak menghiraukannya malah bergoyang makin hebat.

“Sayang, tunggu……”

Aku goyang lagi dan croot crot crot keluar semua spermanya di vaginaku. Mas Gur masih berusaha mencabut kontolnya tapi aku malah menjepitnya.

Mas Gur membelalakkan matanya kemudian bangkit memelukku. “Udah… Enak bangethhh” kami pun berciuman cukup lama. Dan tak kubiarkan kontolnya lepas. “Kok di dalem sayang?”

“Biar tuntas dong. Cuma ada dua pilihan buat lo mas. Di mulut atau di vagina”

“Enak banget sayang”

Aku tak menjawab, aku cuma menciuminya. “Liz belum tuntas kan tadi?”

“Gampang nanti lagi kan bisa”

“Lagi?? Aduh gila lu ya. Aku udah cape Liz”

“Iya besok juga bisa kan?”

“Ha ha besok kan aku di anyer”

“Aku diajak dong?”

“Ahhh lu gila, nanti kalau Regy tau gimana”

“Kalau Regynya udah tidur dong. Gimana kalau aku sewa villa deket situ”

“Ahhh udah ah ngaco lu Liz”

“Hehehe… Ya udah aku becanda kok mas, besok2 kalau ketemu kita biasa2 aja. Anggap ini gak pernah terjadi ya?”

“Jadi lo ga mau lagi ya Liz?”

“Enggak lah mas, jangan lagi ya”

“Jahat lu Liz,”

“Ehhh ga mau ya aku”

“Akunya gak memuaskan ya?”

“Gak gitu ya mas”

“Abis Liz gitu, aku mau lagi digoyang kaya tadi enak banget, sepongannya juga ”

“Bilang yg bener hayoo”

“Iya aku mau ngentot lagi sama dirimu”

“Bagusss”

Setelah itu kita pun diam. Tak lama hpnyapun berbunyi lagi, mas Gur beralasan dia masih di kantor. Hahaha Setelah menjawab telpon mas Gur ke kamar mandi. Kesempatan ini aku gunakan untuk sms Regy.

“Cun, kita impas 1-1 ya”

Tak lama Regypun menelepon. Tapi tak ku angkat. Smspun masuk.

“Anjrit lo, hehehe”

“Satu ronde lagi ya”

“Be my guess honney”

“Tapi lo jangan telpon2 dia dong berisik tauk”

“Iya deh, gue telpon hubby lo ya”

“Oh iya, bagus daripada dia nelpon gw”

“Seeep, gimana kalau gw minta dia nyusul?”

“Bolelebo bow”

Aku sedikit tertidur, setelah tak lama kemudian mas Gur sudah keluar dr kamar mandi.

“Gak ke kamar mandi Liz?”

“Iya bentar, buru2 amat?”

“Aku harus berangkat sayang”

“Iya tapi bentar aku masih lemes, ya udah kalau mau berangkat sok aja. Kamarnya aku yg check outin”

Mas Gur menatapku yang sedang tidur telungkup. “Gila pantat lo bohay banget” sambil mencium pantatku.

“Ya udah sikat aja mas”

“Udah jam 2 sayang aku harus berangkat”

“Aduuuh aku sebel jawaban itu! Lagian ngapain pake anduk gitu sih. Ngapain ditutup tutup. Gw aja telanjang”

“Ahhh protes aja”

“Iya…. Buka hayo!”

Tiba2 sms masuk di hpnya. Begitu juga aku. Dari Regy “Mas, kalau masih di kantor mending berangkat besok aja masnya. Bareng sama Tita ya? Kalau siang gini sendiri, panas terik nanti mas ngantuk lagi. Kalau udah di rumah telpon ya, aku mau tidur”

Hahaha aku bersorak.

Aku tutup hpku, dan kembali tiduran. “Liz, kok tidur lagi?”

“Apaan sih mas, anduk nya tuh buka! Rese deh”

Mas Gur membuka handuknya menghampiriku sambil meremas2 pantatku.

“Ya udah masukin lagi cepetan sebelum berangkat”

“Aku kan masih capek Liz. Ok kalau aku bisa stay, lu bisa pulang maleman?”

“Aku bilang dulu ya sayang? Cium dulu dong”

Aku sms mas Frans.

“Pa nanti aku gak nyusul ya? Aku tunggu di rumah, aku ngumpul2 dulu sama ibu2 sekolahan, mau bicarain kado buat guru sama pembubaran arisan”

Setelah menulis sms, aku beranjak ke kamar mandi. Setelah membersihkan diri dengan air hangat. Aku keluar sambil tetap bugil. Aku ngecek hp ga ada miscall gak ada sms. Mas Gur tiduran sambil berselimut.

“Buka kenapa….” Kataku sambil menyingkap selimut.

“Mas, ciumin mekiku dong”

Dia menuruti sambil memasukkan jarinya. “Mas lo satu2nya cowo yg giniin gw”

“O ya? Lu juga satu2nya cewe yg mau nyepongin gw sampe muncrat di mulut”

“Ihh Regy tega amat, ya udah aku aja yg service lu mas”

“Tapi lo kok hebat amat Liz”

“Gw bukan cewe murahan ya mas. Gw ya gini ini kalau sama suami gw”

“Tapi suami lo jago dong ga kaya gw”

“Jago banget. Gw begini gara2 dia semuanya belajar dari dia, sama bokep. Yah siapa yg nggak sih”

“Lo lagi marahan ya?”

“Ya kira2 aja sendiri”

Mas Gurpun jadi lahap menjilati mekiku walaupun terus terang gak oke. Baru setelah dia notice kalau setiap kali dia mengulum kacangku akunya mengelinjang dia jadi semangat. Setelah itu diapun makin pandai dengan memasukkan jari2nya mencari g spot yang tadi.

Kali ini aku mau egois aku mau menikmatinya sendiri.

Mungkin karena belum biasa mas Gur bangkit mengambil coca cola di kulkas. Setelah meminum beberapa teguk dia menyirami mekiku dg coca cola kemudian kembali menjilatinya. Aku agak geli dg tingkahnya walaupun geli juga setiap kali dia menyirami mekiku.

Mas Gur lumayan bisa memainkan labia dan kacangku sekaligus g spotku dg jari2nya.

“Mas cium aku dong?”

Mas Gur meminum coca cola lagi sambil membersihkan mulutnya. Baru dia menciumku. Tangannya masih aktif di mekiku, dan akupun memindahkannya ke puting susuku. “Toketku minta jatah Mas”

Dia pun mencium toketku. Kali ini dengan penuh semangat. Aku yakin kalau ini dia cukup ahli. Setelah dia bermain di kiri kanan toketku, aku menyilangkan kedua kakiku sambil menjepit2 vaginaku walaupun tak ada tangannya lagi di situ. Begitulah akupun orgasme.

Mas Gur bingung melihat aku orgasme seperti itu apa lagi aku menolak waktu dia ingin mencium puting susuku lagi.

“Mau dimasukin Liz”

Aku tidak menjawab, aku masih menikmati orgasmeku lagian mau dimasukin gimana orang kontolnya masih lemes.

“Mas mau di doggy dong”

“Aku ga bisa, ini kan imut”

“Tenang aja”

Aku bangkit dan mulai dgn ritual membangkitkan torpedonya. Setelah mengeras aku dudukin tapi kali ini aku menghadap ke belakang.

“# uhhh enak gak mas. Mengkangkang dikit dong, tancep terus ya ayo masnya pegang pinggang aku”

Begitulah akhirnya posisi itu tercipta dg sempurna.

“Gila bener Liz, enak bokonglu bohay abis”

Diapun mengocok kontolnya dgn jantannya. Aku biarkan dia menikmati posisi baru ini dengan sesukanya. Mungkin karena sudah berkali2 dia cukup kuat. Diremas2nya toketku dari belakang sambil menghentak2kan kontolnya. Sekali2 dia menjambak rambutku # uhhh nikmat. Aku memang menyukai doggy. ” Di dalem ya sayang, yang banyak ya ssssshhhhh”

“Dengan senang hati bohayku”

Permainan tangannya di toketku sungguh luar biasa sehingga aku tidak bisa lagi diam aku keenakkan. Tanganku sudah lemas nggak bisa menopang tubuhku, aku lunglai hingga mas Gur akhirnya membalikkan badanku di posisi misionaris dia menuntaskan permainan sex ini. Crooot croot croot mas Gur ambruk dan kamipun berciuman.